Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, perlu memiliki sikap atau
sifat :
1.
Jujur dan Berani
Apabila kita berbicara tentang jujur pasti berhubungan dengan kata
amanah. Amanah adalah salah satu sifat nabi besar kita Muhammad saw yang
artinya dapat dipercaya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia Jujur adalah
lurus hati; tidak berbohong; tidak curang (artikata.com). Jika
orang itu menceritakan informasi tentang gambaran
tersebut kepada orang lain tanpa ada “perobahan” (sesuai dengan realitasnya )
maka sikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur (Jalius HR pada http://jalius12.wordpress.com/2010/03/28/pengertian-jujur/). Dari kedua defenisi
diatas bisa Saya simpulkan bahwa Jujur itu merupakan suatu sikap dalam
menyampaikan suatu hal baik dari ucapan maupun perbuatan secara apa adanya,
tanpa ditambahkan bumbu untuk menarik emosi seseorang.
Dari definisi di atas, menurut
Saya dalam berwirausaha, sifat jujur itu sangatlah penting karena seorang
wirausahawan dalam menawarkan dagangannya harus memberitahu spesifikasi dari
dagangannya secara apa adanya tanpa ditambahi kebohongan untuk memikat pembeli.
Apabila pedagang tersebut jujur, maka ada rasa puas dari konsumen setelah membeli
dagangannya walaupun setelah digunakan terjadi kerusakan atau hal yang tentu
tidak diinginkan, karena sebelum membeli seorang wirausahawan itu telah
memberitahukan kelebihan dan kekurangan dari dagangannya. Lalu pada saat
berbisnis pun sikap jujur ini harus diterapkan, apabila kita melaksanakan suatu
usaha bersama seorang rekan bisnis, kita haruslah jujur dalam hal pengeluaran,
untung rugi, serta keadaan lainnya tentang usaha yang dijalankan bersama. Sikap
jujur inilah yang mampu membangun kepercayaan konsumen dan rekan bisnis
terhadap dirinya maupun usahanya.
Selain sifat jujur, seorang
wirausahawan haruslah mempunyai sifat berani. Menurut kamus besar bahasa
Indonesia berani adalah mempunyai
hati yg mantap dan rasa percaya diri yg besar dl menghadapi bahaya, kesulitan,
dsb; tidak takut (gentar, kecut): mempertahankan kebenaran (artikata.com). Berani merupakan satu kekuatan tersembunyi yang wujud
dalam diri setiap manusia untuk menghadapi cabaran dan masalah kehidupan.
(Muhammad Yussof Ali pada http://myussoff.blogspot.com/2011/03/pengertian-sifat-berani.html). Dapat saya simpulkan dari definisi kedua pengertian di atas
bahwa berani adalah sifat seseorang yang tidak takut dalam mengahadapi suatu
masalah.
Sifat berani sangatlah penting untuk seorang wirausahawan. Sebelum
membuka usahanya, dia harus memikirkan matang-matang tentang resiko apa saja
yang akan dihadapinya saat membuka usahanya. Dalam hal ini artinya dia mempunyai
sifat berani melakukan/melaksanakan dan mengambil resiko apabila terjadi
bangkrut atau semacamnya . Lalu apabila usahanya telah jalan, namun pada saat
pertengahan jalan usahanya mengalami krisis, dan dia memutuskan untuk mem PHK
beberapa pegawainya, ini adalah salah satu sifat berani mengambil keputusan.
2.
Dipercaya
Dipercaya (amanah) ini sangatlah berkaitan dengan sifat jujur. Amanah adalah bila diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak khianat,
kalau berkata selalu benar dan jika berjanji dalam bisnis tidak mungkir (Umar
pada http://umarstain.blogspot.com/2009/04/sikap-jujur-bagi-wirausahawan.html). Arti kata percaya dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah
menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dsb),
(artikata.com). Dalam kamus besar bahasa
Indonesia dipercaya adalah diserahkan dengan sepenuh kepercayaan (supaya dijaga, diurus,
dsb); diamanatkan (artikata.com). Bila Saya luaskan berarti dipercaya itu
kepercayaan yang telah ditanam oleh seseorang kepada kita karena sikap jujur
yang kita lakukan terhadapnya. Jadi menurut saya dipercaya itu merupakan timbal
balik dari sikap jujur.
Seorang wirausahawan haruslah mampu membuat dia menjadi seseorang
yang dapat dipercaya oleh konsumennya. Apabila ia sudah dipercayai oleh
konsumennya, maka ada kepuasan pada saat kita menjual produk, dan si konsumen
membeli produk kita. Lalu apabila kita mempunyai rekan bisnis dalam usaha yang
kita jalankan, jika kita menjadi seseorang yang dipercaya dan kita mampu
menjaga kepercayaanya, seorang rekan bisnis ini akan merasa senang untuk
berbisnis dengan kita. Disaat kita telah dipercaya, kita harus mampu menjaga
kepercayaanya, disaat kita mampu menjaga keprcayaannya, maka konsumen serta
rekan bisnis kita semakin bertambah yang tentu memberikan dampka positif dalam
meraih keuntungan secara halal.
3.
Bertanggung Jawab
Menurut kamus besar bahasa Indonesia bertanggung jawab adalah
berkewajiban menanggung; memikul tanggung jawab: menanggung segala sesuatunya
(artikata.com). Bila Saya luaskan makna dari bertanggung jawab itu dalah kewajiban
dari diri seseorang untuk menanggung ataupun memikul segala sesuatu. Dalam kewirausahaan,
seorang wiraushawan bertanggung jawab atas usaha maupun pegawainya. Bertanggung
jawab atas usahanya itu adalah dia menjamin produk dari usahanya diproduksi
secara baik dan menghasilkan produk yang berkualitas, apabila usahanya tengah
mengalami kendala, dia turun tangan dan berpikir dengan kepala dingin serta
mengambil keputusan yang matang untuk kelancaran usahanya dan kelancarannya
bersama rekan bisnisnya. Bertanggung jawab atas pegawainya yaitu menjamin
kesehatan dan keselamatan kerja pegawainya, serta memberikan gaji sesuai dengan
haknya.
4.
Mempunyai Kecerdasan serta perduli terhadap lingkungan
Saat kita menjadi seorang wirausahawan, kita tentu harus cerdas
dalam berpikir. Sebelum kita terjun ke dunia wirausaha tentu kita harus tahu
dulu tujuan usaha, maksud dan manfaatnya bagi lingkungan sekitar dari usaha
yang akan kita laksanakan. Lalu belajar tentang ilmu kewirausahaan, setelah itu
kita harus mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia wirausaha, lalu kita mulai
menjalakannya, mengelola serta mengembangkan usaha yang kita lakoni. (dirangkum
melalui sumber: http://www.sukbis.com/tahapanmenjadi-wirausahawancerdas/). Dari tahapan-tahapan tersebut sebelum kita terjun ke dunia wirausaha,
kita harus belajar dulu, hal itu menujukkan bahwa seorang wirausahawan itu
harus cerdas. Cerdas dalam mengembangkan usahanya, cerdas dalam meletakkan
lokasi usahanya, cerdas dalam menjual produk yang sangat dibutuhkan konsumen
seiring perkembangan jaman. Apabila seorang wirausahawan tidak cerdas, tentu dia
tidak akan mampu bersaing di dalam jalur perdagangan dan dia akan dibodohi oleh
rekan bisnisnya. Tetapi apabila dia cerdas, dia akan mampu bersaing di jalur
perdagangan serta menjadi rekan bisnis yang hebat dan mampu menguasai bursa
perdagangan.
Lalu seorang wirausaha dalam membangun usahanya haruslah
memperhatikan lingkungan sekitar, apakah usahanya itu apabila dibangun dapat
mengganggu pemukiman warga atau tidak. Apabila usahanya saja mengganggu
pemukiman warga, seperti adanya limbah produksi, mengotori daerah sekitar
pemukiman, tentulah minat warga untuk menjadi konsumen sangat kecil. Hal itu
dikarenakan pola pikir warga tentang usaha itu telah jelek, karena limbah yang
dihasilkan oleh usaha itu merusak daerah sekitar pemukiman warga. Cobalah,
apabila wirausahawan perduli terhadap lingkungannya, tentu dapat berpeluang
besar menarik minat konsumen untuk membeli produknya.
Dari penjelasan keempat sifat/sikap yang harus dimiliki seorang
wirausaha untuk mencapai keberhasilan, menunjukkan bahwa apabila sala satu di
antara sifat/sikap itu tidak ada pada diri seorang wirausaha, maka dia tidak
akan menjadi seseorang wirausahawan yang berhasil. Terapkanlah keempat sifat
itu, karena tidak akan ada ruginya bagi diri kita, malah keempat hal itu akan
menjadi keuntungan bagi diri kita sendiri karena orang-orang akan menyegani
kita sehingga usaha yang sedang kita jalankan akan mendapat tanggapan positif
baik dari konsumen maupun sesama rekan bisnis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar