PELUANG DAN RESIKO KECELAKAAN KERJA
Semua kegiatan tak luput dari
yang namanya peluang resiko dari bahaya serta kecelakaan. Peluang adalah
probabilitas untuk mengungkapkan bahwa kepercayaan akan terjadinya suatu hal.
Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian ( Abas
Salim). Jadi dapat Saya simpulkan bahwa Peluang resiko adalah kepercayaan dari
suatu peristiwa yang belum tentu terjadi, tapi jika peristiwa ini terjadi akan
menimbulkan kerugian. Hal ini tidaklah lepas dari masalah penerapan Manajemen
K3 di setiap lembaga atau institusi. Setiap resiko akan terjadi dikarenakan
adanya peluang yang akan menyebabkan resiko itu terjadi. Ada beberapa faktor
yang mempengaruhi peluang terjadinya resiko :
1.
Berapa Kali Situasinya
Semakin
besar frekuensi paparan, semakin besar peluang insiden terjadi.
2.
Berapa Orang yang Terpapar
Semakin
banyak orang yang kena, maka semakin banyak isiden terjadi
3.
Keterampilan dan Pengalaman Orang yang Terkena
Pelatihan
yang sesuai dan keahlian yang sudah dimilikki dapat mengurangi terjadinya
kecelakaan kerja
4.
Berbagi Karakteristik Khusus personel yang
Terlibat
5.
Durasi Paparan
Semakin
lama seseorang terkena, maka akan semakin tinggi peluang insiden akan terjadi.
6.
Pengaruh Posisi Seseorang Terhadap Bahaya
Semakin
dekat seseorang dengan sumber bahaya, maka akan semakin tinggi peluang untuk
terjadinya kecelakaan.
7.
Distraksi, Tekanan Waktu/ Kondisi Tempat Kerja
8.
Jumlah Material/Tingkat Paparan
9.
Kondisi Lingkungan & Kondisi Peralatan
10.
Efektifitas pengendalian yang ada
SUMBER PENYEBAB PELUANG RESIKO KERJA
A.
TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION)
·
Mengerjakan bukan tugasnya
·
Menjalankan mesin dengan kecepatan tinggi
·
Tidak memakai alat pelindung diri
·
Posisi kerja tidak aman
·
Bekerja sambil bercanda
·
Kondisi badan tidak sehat
·
Bekerja sambil merokok
·
Meminum minuman keras/ memakai narkotika
B.
KEADAAN TIDAK AMAN (UNSAFE CONDITION)
·
Mesin tidak diberi pagar
·
Pagar pengaman tidak berfungsi
·
Ventilasi tidak memenuhi syarat
·
Tidak ada prosedur kerja
·
Pemeliharaan kebersihan kurang
·
Cara menyimpan yang berbahaya
·
Proses tidak aman
TINGKAT-TINGKAT RESIKO DAN TINDAK LANJUT
1.
RESIKO RENDAH
FTINDAK LANJUT à Pengendalian tambahan
tidak diperlukan, yang diperlukan yaitu jalan keluar yang lebih menghemat
biaya/ tidak memerlukan biaya, hal ini harus disertai pemantauan peluang
terjadinya resiko.
2.
RESIKO SEDANG
FTINDAK LANJUTàTindakan untuk
mengurangi resiko dan biaya pencegahan diatur secara teliti dan dibatasi.
3.
RESIKO TINGGI
FTINDAK LANJUTà Pekerjaan tidak boleh
dilaksanakan sampai resiko telah direduksi.
4.
RESIKO EKSTRIM
FTINDAK LANJUTà Pekerjaan tidak
dilaksanakan atau dilanjutkan sampai resiko dengan sumber daya yang terbatas,
maka pekerjaan tidak dapat dilaksanakan.
CONTOH AKTIVITAS DAN BAHAYA YANG
DITIMBULKAN
1.
PEKERJAAN PENGELASAN
ü
Tersandung
ü
Terhirup
ü
Terpeleset
ü
Terkena Mata
ü
Tersengat Listrik
2.
PEKERJAAN HOUSE KEEPING
ü
Kebisingan
ü
Terjatuh dari ketinggian
ü
Suhu tinggi
ü
Terpeleset
ü
Pernafasan
KESIMPULAN :
Menurut Saya,
setiap pekerjaan tidaklah luput dari yang namanya resiko. Maka dari itu dari
diri kita sendiri hendaklah mencegah adanya kemungkinan resiko yang kita buat
dalam setiap pekerjaan. Apalagi untuk para pekerja yang pekerjaannya
berhubungan dengan mesin, bangunan,PLTU, PLN, PAM, bahkan yang bekerja hanya
duduk di kantoran sekalipun. Di setiap lembaga tidaklah luap untuk menerapkan
SMK3, dengan adanya manajemen resiko yang mengontrol, memantau para pekerja,
kelayakan alat, kondisi lingkungan kerja perusahaan hendaklah menjalankan
Sistem K3 itu dengan baik, dengan bantuan Manajemen Resiko, sehingga Peluang
terjadinya resiko dapat diminimalisirkan ataupun bisa dihilangkan.
K3 adalah cara yang paling efektif untuk menurunkan resiko kecelakaan kerja. Ikuti pelatihan k3 sejak dini untuk mengantisipasinya!
BalasHapus