PENERAPAN K3 DI DUNIA INDUSTRI
Nama : Ovita Laura
Nim : 06121012007
Pendidikan Teknik Mesin 2012
Gangguan-gangguan kesehatan
akibat reaksi fisikokimia (terbakar, luka, terkena bahan kimia, dsb) dalam
industri sangat sering kali terjadi dan penyumbang paling banyak dalam catatan
kecelakaan kerja menurut suatu transformasi teknologi klompementer yang aman
dan ramah lingkungan. Keselematan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek yang
penting dalam aktivitas dunia industri. K3 menjadi wacana industri abad ini
setelah ditemukannya teori-teori yang representatif yang mendukung akan
improvisasi dalam konteks keselamatan dan manajemen resiko yang muncul dalam
kegiatan industri yang lebih luas. Tujuan penerapan K3 dalam suatu industri
adalah:
1.
Menerapkan peraturan pemerintah UUD 1945 pasal
27 ayat 2, UU No. 14 Tahun 1969 pasal 9 & 10 tentang pokok-pokok
ketenagakerjaan, dan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja;
2.
Menciptakan suatu sistem keselamatan dan
kesehetan kerja di tempat kerja dengan melibatkan usur manajemen, tenaga kerja,
kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi, dalam rangka mencegah dan
mengurangi kecelakaan, dan penyakit akibat kerja, serta terciptanya tempat
kerja yang aman, efisien dan produktif (SMK3, pasal 2).
Sebelum tahun 1911, tentang keselamatan kerja dalam industri hampir tidak
diperhatikan. Pekerja tidak dilindungi dengan hukum. Tidak ada santunan
kecelakaan bagi pekerja. Pada tahun 1908 di New York, dilakukan kompensasi
pertama bagi pekerja yag mengalami kecelakaan. Setelah tahun 1911, pekerja
mendapat kompensasi Penyakit Akibat Kerja (PAK). Bila disebabkan terkena panas
(atmosphere) seharusnya panas dalam
industri diberi pelindung (safety) dan inilah yang menghasilkan dasar pemikiran
mengenai pengembangan teknologi safety dan sanitasi idustri.
Perusahaan-perusahaan CSI telah berkomitmen penuh untuk meningkatkan
kinerja keselamatan kerja dalam perusahaan mereka dan telah mencapai
peningkatan yang berarti. Semen merupakan salah satu contoh subtansi yang paling
banyak digunakan di bumi, membuat semen merupakan proses enerji dan instensif
dalam sumber daya yang membawa akibat terhadap lingkungan lokal maupun lokal
maupun global serta akibat bagi keselamatan dan kesehatan. Kebijakan K3 secara
berkelompok mensyaratkan semua manajer setempat untuk:
1.
Mematuhi semua peraturan K3
2.
Menyediakan tempat kerja yang sehat dan aman
bagi semua pekerja (baik pekerja langsung maupun tidak langsung)
3.
Secara terus menerus meningkatkan praktek K3
industri yang terbaik
Kebijakan K3 secara berkelompok juga mensyaratkan semua pekerja (baik
langsung dan tidak langsung) untuk bekerja dengan cara aman dan sehat
sebagaimana diisyaratkan ole hukum dan diperintahkan oleh manajemen.
Perkembangan terkini mengenai K3 sebagai intergrasi dari ISO 9001 : 2000
(Quality) dan ISO 14001 : 1996 (Enviromental) yang diterapkan diseluruh
negara di dunia adalah dengan munculnya berbagai macam sistem k3 yang
disesuaikan dan diselaraskan dengan kebutuhan dan compatibility dari jenis dan lingkungan di industri masing-masing
negara tersebut, misalnya :
1.
NSC (USA)
2.
SAFETY MAP (AUSTRALIA)
3.
SMK3 (INDONESIA)
4.
BRITISH STANDARD 8800 GUIDE TO OH&SMS
(INGGRIS)
5.
SGS YARSLEY ICS & ISMOL ISA 2000
REQUIREMENTS FOR S&HMS (SWISS)
6.
NATIONAL STANDARD AUTHORITY OF IRELAND
(IRLANDIA)
7.
DET NORSKE VERITAS STANDARD FOR CERTIFICATION OF
OH&SMS (HOLLAND)
8.
SOUTH AFRICA BUREAU OF STANDARD (AFRIKA SELATAN)
9.
SIRIM QAS SDN. BHD. (MALAYSIA)
10.
OHSAS 18001, dsb.
·
Kesimpulan : menurut saya, penerpana K3 di dunia
industri maupun di perusahaan sama pentingnya. Penerapan K3 di dunia industri
lebih ke adanya peluang kecelakaan kerja yang disebabkan akibat reaksi kimia.
Bisa kita lihat dari ringkasan di atas bahwa K3 di dunia industri sebelumnya
tidak diperhatikan sehingga pada saat ini k3 di dunia industri merupakan aspek
penting dari suatu industri. Peerapan k3 di dunia industri sangatlah penting,
karena para pekerja akan merasakan aman dan terikat hukum jika terjadinya
kecelakaan kerja. Dan untuk mendukung progam K3, seluruh dunia membuat sistem
k3 yang disesuaikan dengan jenis dan lingkungan alam industri tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar