NAMA :
OVITA LAURA
NIM :
06121012007
PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
PENDAPAT TENTANG PERMASALAHAN GURU DI
INDONESIA
Menurut Saya, Dalam dunia
pendidikan, keberadaan dan fungsi guru tidaklah lepas dari faktor yang sangat
signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dari setiap proses
belajar-mengajar. Menurut Saya, walau tidak ada fasilitas, sarana, serta
prasarana yang mendukung tetapi ada seorang guru maka proses belajar-mengajar
dapat berjalan. Tapi ada permasalahan-permasalahan yang masih ditujukan kepada
guru di Indonesia, yaitu:
1.
Masalah Kualitas Guru
F Menurut Saya, kualitas guru di
Indonesia masih bisa dibilang sangat memprihatinkan , contoh :
1.
Seorang guru belum bisa menggunakan
teknologi terbaru dalam pembantu proses belajar-mengajar. Hal ini sering kali
terdengar di sekolah yang letaknya di daerah terpencil. Faktor-faktor yang
menyebabkannya yaitu kurangnya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kepada
sekolah. Menurut Saya, pemerintah terkesan mengabaikan sekolah-sekolah yang
berada di daerah terpencil sehingga para guru dan siswa melakukan pembelajaran
seadanya. Seharusnya masalah ini segera diselesaikan. Menurut Saya, pemerintah
hendaklah memperhatikan sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan.
Pemerintah hendaknya membagi anggaran pendidikan sesuai dengan kebutuhan
sekolah, bukan dibagi rata atau adil menurut sekolah-sekolah lain.
2.
Seorang guru tidak mahir dalam
mengajar. Selama Saya bersekolah 12 tahun (SD, SMP, SMA), sering kali Saya
bertemu dengan seorang guru yang setiap pertemuan hanya memberikan tugas tanpa
memberikan penjelasan. Setiap pertemuan siswa disuruh membaca materi pada Bab
yang akan diajarkan, lalu siswa disuruh meringkas dan akhirnya diberikan PR.
Kalau begini bagaimana para siswa bisa memahami pelajaran dengan baik. Siswa
yang pandai tidak akan bertambah pandai, tapi siswa yang kurang pandai akan
menjadi lebih kurang pandai apabila proses pembelajaran terjadi seperti ini.
Menurut Saya, seharusnya para guru sadar akan sebuah jabatan yang mereka
sandang. Apalagi sekarang para guru telah diberikan pelatihan-pelatihan dan
gaji yang menggiurkan.
3.
Guru sering mengajar lebih dari satu
mata pelajaran. Saya mempunyai seorang adik yang masih duduk dibangku SD. Dia
sering bercerita kepada Saya tentang gurunya. Dia bilang di sekolahannya Wali
Kelasnya mengajar hampir semua mata pelajaran. Dan pada saat pelajaran
Matematika dia tidak bisa membagi dengan benar. Sehingga para murid yang
menjawab pertanyaan dia sesuai jawaban sang Guru yang salah dibenarkan, dan
yang menjawab benar dibenarkan juga. Padahal jawaban sang Guru itu salah. Hal
ini harus segera diatasi, dapat kita lihat hal ini sering terjadi pada guru SD
yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran. Penerimaan/pembukaan untuk Tes
PNS guru SD harus membuka penerimaan sebanyak yang terjadi kekurangan.
Dari
ketiga contoh di atas terlihat bagaimana kualitas guru di Indonesia yang masih
dikatakan memprihatinkan.
2.
Jumlah Guru yang Masih Kurang
F Menurut Saya, jumlah guru di
Indonesia ini masih dirasakan kurang apabila Saya kaitkan dengan jumlah anak
didik yang ada. Setiap kelas dapat kita lihat bahwa terdiri dari 30-40 murid,
bisa kita rasakan bagaimana kita akan mendapatkan hasil belajar yang baik
apabila Guru harus memperhatikan 30-40 murid sekaligus yang rasanya tidak
mungk. Sebaiknya Pemerintah yang menangani tentang masalah pendidikan membuat
suatu pemikiran baru untuk membuat setiap ruang kelas hanya berisi 15-20 siswa
saja agar proses belajar-mengajar menjadi efektif dan proposional.
3.
Masalah Distribusi Guru
F Menurut Saya, pendistribusian guru di
Indonesia belum sepenuhnya merata. Di daerah terpencil, masih sering kita
dengar adanya kekurangan guru dalam suatu wilayah hanya karena alasan dari
seorang guru tersebut seperti tentang alasan keamanan daerah tersebut,
fasilitas dan kesejahteraan guru yang masih jauh dari kata layak.
Masih
banyak sekali permasalahan-permasalahan yang ditujukan kepada Guru di
Indonesia. Saya sebagai calon guru SMK akan berusaha menjadi yang terbaik untuk
para siswa Saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar siswa Saya mampu
menyerap dan menerapkan apa yang telah ajarkan kepada calon-calon siswa Saya
kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar