HELLO, WELCOME TO MY BLOG! Kursor Blog
Image by Cool Text: Free Logos and Buttons - Create An Image Just Like This

Kamis, 24 Oktober 2013

Permasalahan Guru di Indonesia



NAMA   : OVITA LAURA
NIM       : 06121012007
PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

PENDAPAT TENTANG PERMASALAHAN GURU DI INDONESIA
               Menurut Saya, Dalam dunia pendidikan, keberadaan dan fungsi guru tidaklah lepas dari faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dari setiap proses belajar-mengajar. Menurut Saya, walau tidak ada fasilitas, sarana, serta prasarana yang mendukung tetapi ada seorang guru maka proses belajar-mengajar dapat berjalan. Tapi ada permasalahan-permasalahan yang masih ditujukan kepada guru di Indonesia, yaitu:
1.      Masalah Kualitas Guru
F Menurut Saya, kualitas guru di Indonesia masih bisa dibilang sangat memprihatinkan , contoh :
1.      Seorang guru belum bisa menggunakan teknologi terbaru dalam pembantu proses belajar-mengajar. Hal ini sering kali terdengar di sekolah yang letaknya di daerah terpencil. Faktor-faktor yang menyebabkannya yaitu kurangnya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kepada sekolah. Menurut Saya, pemerintah terkesan mengabaikan sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil sehingga para guru dan siswa melakukan pembelajaran seadanya. Seharusnya masalah ini segera diselesaikan. Menurut Saya, pemerintah hendaklah memperhatikan sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan. Pemerintah hendaknya membagi anggaran pendidikan sesuai dengan kebutuhan sekolah, bukan dibagi rata atau adil menurut sekolah-sekolah lain.

2.      Seorang guru tidak mahir dalam mengajar. Selama Saya bersekolah 12 tahun (SD, SMP, SMA), sering kali Saya bertemu dengan seorang guru yang setiap pertemuan hanya memberikan tugas tanpa memberikan penjelasan. Setiap pertemuan siswa disuruh membaca materi pada Bab yang akan diajarkan, lalu siswa disuruh meringkas dan akhirnya diberikan PR. Kalau begini bagaimana para siswa bisa memahami pelajaran dengan baik. Siswa yang pandai tidak akan bertambah pandai, tapi siswa yang kurang pandai akan menjadi lebih kurang pandai apabila proses pembelajaran terjadi seperti ini. Menurut Saya, seharusnya para guru sadar akan sebuah jabatan yang mereka sandang. Apalagi sekarang para guru telah diberikan pelatihan-pelatihan dan gaji yang menggiurkan.
3.      Guru sering mengajar lebih dari satu mata pelajaran. Saya mempunyai seorang adik yang masih duduk dibangku SD. Dia sering bercerita kepada Saya tentang gurunya. Dia bilang di sekolahannya Wali Kelasnya mengajar hampir semua mata pelajaran. Dan pada saat pelajaran Matematika dia tidak bisa membagi dengan benar. Sehingga para murid yang menjawab pertanyaan dia sesuai jawaban sang Guru yang salah dibenarkan, dan yang menjawab benar dibenarkan juga. Padahal jawaban sang Guru itu salah. Hal ini harus segera diatasi, dapat kita lihat hal ini sering terjadi pada guru SD yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran. Penerimaan/pembukaan untuk Tes PNS guru SD harus membuka penerimaan sebanyak yang terjadi kekurangan.
Dari ketiga contoh di atas terlihat bagaimana kualitas guru di Indonesia yang masih dikatakan memprihatinkan.
2.      Jumlah Guru yang Masih Kurang
F Menurut Saya, jumlah guru di Indonesia ini masih dirasakan kurang apabila Saya kaitkan dengan jumlah anak didik yang ada. Setiap kelas dapat kita lihat bahwa terdiri dari 30-40 murid, bisa kita rasakan bagaimana kita akan mendapatkan hasil belajar yang baik apabila Guru harus memperhatikan 30-40 murid sekaligus yang rasanya tidak mungk. Sebaiknya Pemerintah yang menangani tentang masalah pendidikan membuat suatu pemikiran baru untuk membuat setiap ruang kelas hanya berisi 15-20 siswa saja agar proses belajar-mengajar menjadi efektif dan proposional.

3.      Masalah Distribusi Guru
F Menurut Saya, pendistribusian guru di Indonesia belum sepenuhnya merata. Di daerah terpencil, masih sering kita dengar adanya kekurangan guru dalam suatu wilayah hanya karena alasan dari seorang guru tersebut seperti tentang alasan keamanan daerah tersebut, fasilitas dan kesejahteraan guru yang masih jauh dari kata layak.

Masih banyak sekali permasalahan-permasalahan yang ditujukan kepada Guru di Indonesia. Saya sebagai calon guru SMK akan berusaha menjadi yang terbaik untuk para siswa Saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar siswa Saya mampu menyerap dan menerapkan apa yang telah ajarkan kepada calon-calon siswa Saya kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar